Selasa, 19 Maret 2013

Shalat Kafarat (Karena melalaikan shalat sampai 1000 tahun yang lalu)


Dari sahabat : Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW RA. Diambil dari kitab " Majmu'atul Mubarakah ", yang disusun Syekh Muhammad Shodiq Al-Qahhawi.

Shalat kafarah ( pengganti / pembayar ). Bersabda Rasulullah SAW :

" Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud / 1x salam ( tasyahud akhir saja ), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X .

Niatnya : " Nawaitu Usholli arba'a raka'atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta'alaa" Sayidina Abu Bakar ra. berkata " Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti) sholat 1000 ( seribu ) tahun “.

Maka bertanyalah para sahabat : umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?". Rasulullah SAW menjawab, " untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya ".

Setelah sholat sehabis salam, membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali dengan shalawat apa saja. lalu berdoa dengan doa ini 3 tiga kali, setelah membaca Basmalah, Hamdalah, istighfar, syahadat dan shalawat.

Waktu pelaksanaan shalat ini dapat dilakukan antara waktu setelah pagi Dhuha hingga sebelum Ashar, pada hari Jum'at terakhir di bulan suci Ramadhan.

Belum yakin benar ?  Laksanakan saja, tidak akan ada ruginya, karena dikerjakan minimum dapat pahala shalat sunnah 4 raka’at. Tetapi kalau benar; luar biasa sekali jadinya … tidak dilaksanakan anda rugi besar sekali bukan ? Sungguh, karunia Allah SWT itu sangat besar sekali dan percayalah dibulan Ramadhan ini Dia sangat memanjakan hamba2-Nya agar masuk Surga. Percayalah, apalagi sumber dari tulisan sang ULAMA BESAR, salah satu Ahlul Bait sebagai jaminan kebenaran ilmu turun temurun dari Rasulullah SAW. Perhatikan risalah dibawah berikut...
Wallahu a’lam bish shawwab / ISMAIL.

1.       Rasulullah SAW. bersabda dalam suatu Hadits yang sangat penting  : 
اَخْرَجَ اَلْبَزَّارُ عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) مِثْلُ أَهْلِ بَيْتِيْ كَمَثَلِ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَ فِيْهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ .
Al-Bazzar meriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra. ia berkata: bahwa Rasul Saw. Bersabda : “ Perumpamaan atau kedudukan Ahlul Bait-ku itu seperti kapalnya Nabi Nuh, barangsiapa yang naik di dalamnya, ia akan selamat, dan barangsiapa yang enggan dan terlambat, ia akan celaka
                  ( HR Ahmad, Al-Hakim, ibnu Jarir dan At-Tabarani dalam kitab Al-Kabir ).

2.       Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tabrani ra.
Semua bani Untsa ( manusia ) mempunyai ikatan keturunan ke ayahnya, kecuali anak-anak Fatimah, maka kepada akulah ( Rasulullah SAW ) bersambung ikatan keturunan mereka dan akulah ayah-ayah mereka ”.

3.       Dan Rasulullah SAW. berdo’a ketika menikahkan anaknya Sayyidatina Fatimah Azzahra RA dengan  Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW, RA :
“  YAA ALLAH, JADIKAN ANAK CUCUNYA KELAK, MENJADI MANUSIA2 YANG BERMUTU
SUMBER : https://www.facebook.com/notes/al-ilmu/shalat-kafarat-karena-melalaikan-shalat-sampai-1000-tahun-yang-lalu/253796064723542

2 komentar:

  1. dlmpenjelasan hanya ada satu tahiyat akhir saja...apa tidak perlu melaksanakan tahiyat awa???????? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak perlu :CMIIW:

      Hapus

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda.Terimakasih telah berkunjung di di Blog BILLYSHARE 99

Peraturan dalam berkomentar :
1. Berikan komentar Anda yang sesuai dengan isi artikel.
2. Berkomentarlah dengan bijak dan mohon untuk tidak melakukan SPAM.
3. Dilarang Membuat onar dan menggunakan kata kasar
4. Kami Harap Jangan Menaruh Link Hidup Maupun Mati Di Kotak Komentar, Terimakasih
5. Jika ingin menggunakan link harap gunakan open ID
6. Dilarang Promosi Iklan dan sebagainya..Harap dimaklumi !!