Rabu, 05 Juni 2013

Inilah Keunggulan Teknik Tenun Indonesia


Inilah Keunggulan Teknik Tenun Indonesia





WALAPUN teknik tenun dimiliki oleh banyak bangsa, Indonasia adalah negara yang memiliki potensi serta keunggulan paling depan dalam industri tenun. Kini, tenun Indonesia bahkan sudah mendunia dan telah diaplikasikan tidak hanya oleh desainer dalam negeri, tapi juga internasional. Lalu, apa sajakah keunggulan tersebut?

"Indonesia memiliki tiga teknik tenun yakni datar, songket dan ikat. Sedangkan di banyak negara lain, mereka minimal hanya punya satu teknik," kata Okke Hatta Radjasa, Ketua Cita Tenun Indonesia (CTI) kala ditemui di Galeri Cita Tenun Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Menurutnya, Indonesia juga lebih unggul dari segi teknik. Meskipun banyak negara seperti Kazakstan yang punya tenun, mereka biasanya hanya punya satu teknik dan benangnya berukuran besar seperti wol. Apalagi Indonesia juga lebih kaya akan rempah-rempah yang bisa diolah menjadi pewarna alami.

"Misalkan saja tenun dari Baduy yang pembuatan tenunnya bisa dikombinasikan dengan sulam. Negara lain tidak punya hal itu sehingga tidak mengherankan bila Indoneisa disebut yang paling potensial," kata Okke. Okke bertutur, hambatan terbesar yang ia temui dalam menyosialisasikan tenun adalah mengubah pola pikir perajin daerah.

"Menurut mereka, kita tidak perlu diajari lagi karena sudah melakukan hal itu sejak dulu," tutur nenek dari Airlangga Satriadhi Yudhoyono ini. Bersama dengan CTI, Okke pun melakukan berbagai survei dengan tinggal bersama para perajin supaya lebih dekat secara emosi dan psikologis.

"Kami perkenalkan mereka dengan berbagai teknik lainnya seperti jangan pakai benang sembarangan, pakai benang khusus songket. Kami juga ajarkan mereka menggunakan pewarna alam karena kalau pewarna sintesis bisa mencemari lingkungan," ucapnya. Atas upayanya tersebut, Okke pun meraih Woman Champion and Visionary Award 2013 dari Fashion 4 Development bekerja sama dengan Kantor Sekjen PBB, New York.

Tenun Indonesia terpilih untuk menjadi bagian dari Trend Report Fall Winter 2013/2014 oleh Fashion Group International pada forum Fashion Institute of Technology, pada April ini, di New York. Sementara itu, dalam menyesuaikan dengan selera internasional, CTI menggandeng desainer interior dan desainer busana yang memang tahu akan selera mancanegara. Untuk menyambut perhelatan April mendatang di New York, CTI menggandeng dua desainer muda berbakat Indonbesia yang telah memiliki jaringan di luar negeri yakni Ardistia Dwi Asri dan Auguste Soesastro.

"Kami memang menggandeng mereka karena mereka tahu pasar internasional dan memang punya jaringan di sana," ujarnya.

Sumber : http://www.metrotvnews.com

4 komentar:

  1. Harus tetap dijaga nih, jangan sampe hilang.

    BalasHapus
  2. indonesia negara yang kaya akan budaya. semoga aja tetap terjaga kelestariannya :D

    BalasHapus
  3. keren deh ni blog. Postingannya berkualitas semua salut deh buat agan Billy :thumb:

    BalasHapus
  4. I love Indonesia...

    BalasHapus

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda.Terimakasih telah berkunjung di di Blog BILLYSHARE 99

Peraturan dalam berkomentar :
1. Berikan komentar Anda yang sesuai dengan isi artikel.
2. Berkomentarlah dengan bijak dan mohon untuk tidak melakukan SPAM.
3. Dilarang Membuat onar dan menggunakan kata kasar
4. Kami Harap Jangan Menaruh Link Hidup Maupun Mati Di Kotak Komentar, Terimakasih
5. Jika ingin menggunakan link harap gunakan open ID
6. Dilarang Promosi Iklan dan sebagainya..Harap dimaklumi !!